Bagaimana skor 4Rs Kiprah dihitung.
Skor 4Rs adalah angka 0–100 yang menggabungkan empat pilar — Reach, Resonance, Relevance, Credibility — untuk menjawab satu pertanyaan: seberapa berharga atlet ini bagi audiens Indonesia, hari ini? Halaman ini menjelaskan input, bobot, sumber data, dan batasan. Tidak ada kotak hitam.
Bobot v1metodologi v1.0terkunci s/d 1 Agustus 2027
1. Empat pilar dan bobot
Bobot pilar dipilih untuk merepresentasikan brand value yang sebenarnya digunakan sponsor Indonesia di tahun pertama operasional Kiprah. Bobot ini dibekukan selama 12 bulan minimum (lihat ADR-002 di repositori publik). Bila bobot perlu diubah, kebijakan versioning menjamin skor lama tetap dapat diakses via ?version=v1.
- Reach (30%) — jangkauan publik. Berapa banyak orang yang tahu siapa atlet ini.
- Resonance (25%) — koneksi budaya. Apakah audiens Indonesia benar-benar peduli, atau cuma awareness pasif.
- Relevance (25%) — momentum saat ini. Apakah atlet ini sedang dalam window event atau performa yang naik.
- Credibility (20%) — kredibilitas atletik. Posisi liga, medali, statistik dasar.
2. Sub-komponen tiap pilar
Reach (30%) — jangkauan publik
Sub-komponen, dengan bobot internal yang dijumlahkan menjadi 30:
- Follower composite (12) — Gabungan follower IG / TikTok / YouTube, log-scaled, dipersentilkan terhadap kohort norma beku.
- Attention share (mingguan) (8) — Attention share mingguan — porsi perhatian atlet terhadap keranjang referensi tetap, bukan jumlah mention mentah.
- Google Trends (5) — Indeks Google Trends (0-100) sebagai sinyal pencarian aktif.
- Breadth lintas platform (3) — Breadth — berapa dari tiga platform yang berada di atas median kohort norma. Menghargai kehadiran lintas kanal, bukan satu akun dominan.
- YouTube views (2) — Total view YouTube, dipersentilkan terhadap kohort norma.
Keterbukaan cakupan. Follower composite adalah bobot tunggal terbesar di seluruh mesin, dan cakupan handle sosial yang terverifikasi saat ini masih sangat rendah (sekitar 3% dari kohort untuk Instagram, lebih rendah lagi untuk TikTok dan X). Riwayat follower juga tidak dapat diambil surut — setiap platform hanya memberi angka saat ini, tidak ada endpoint historis. Karena itu kohort norma pertama dibangun di atas sinyal yang punya riwayat nyata (pageviews, Trends, GDELT), dan untuk atlet tanpa data follower bobot tersebut dibagikan ulang secara proporsional ke sinyal yang benar-benar terukur — bukan dihitung nol. Nol berarti "sudah diukur dan hasilnya nihil", dan itu klaim yang berbeda. Setiap skor membawa rasio kelengkapan input sehingga pembaca tahu seberapa banyak yang benar-benar terukur.
Resonance (25%) — koneksi budaya
Sub-komponen:
- Sentimen IndoBERT (10) — Sentimen IndoBERT pada media massa Indonesia — model Bahasa-aware, bukan terjemahan ke Inggris. Diperhalus secara empirical-Bayes sehingga sampel kecil tertarik ke netral.
- Attention share (bulanan) (8) — Attention share bulanan — porsi perhatian media, bukan frekuensi mention mentah.
- Halo momen nasional (4) — Halo dari momen nasional terkini (panggilan timnas, medali), meluruh setelah tujuh hari.
- Eksposur internasional (3) — Eksposur internasional — kontrak luar negeri atau keikutsertaan internasional bernilai penuh, regional SEA setengah.
Relevance (25%) — momentum saat ini
Sub-komponen:
- Window event (x κ) (8) — Window event, dikalikan κ menurut kelas pertandingan. Hanya suku ini yang dikalikan κ.
- Momentum (8) — Momentum — kemiringan Theil-Sen dari komposit perhatian+performa selama 30 hari. Bukan tren dari skor itu sendiri: skor yang mengukur trennya sendiri adalah sirkular, dan itu dihapus oleh amandemen red-team 2.
- Aktivitas (5) — Aktivitas — kebaruan penampilan kompetitif terakhir.
- Lonjakan media (4) — Lonjakan mention yang signifikan secara statistik terhadap basis 28 hari atlet itu sendiri.
Credibility (20%) — kredibilitas atletik
Credibility mengukur kredibilitas dan capaian atletik, bukan aktivasi komersial. Data sponsor dan portofolio komersial tidak pernah masuk ke skor.
- Tingkat kompetisi (8) — Tingkat kompetisi — peringkat liga, kelas turnamen, level federasi.
- Statistik relevan (6) — Statistik dasar yang relevan dengan posisi atau disiplin.
- Medali dan gelar (4) — Medali atau gelar resmi — Olimpiade, Asian Games, SEA Games, kejuaraan dunia.
- Konsistensi (2) — Konsistensi jangka panjang, membedakan performa stabil dari one-hit-wonder.
3. Sumber data per sinyal
Setiap angka di skor 4Rs dapat dilacak ke sinyal dan sumber spesifik. Kiprah TIDAK scraping sendiri — semua data publik datang dari Sumber melalui API. Sumber bertanggung jawab atas kurasi, deduplikasi, dan freshness data publik (lihat ADR-001 untuk pemisahan tanggung jawab).
Daftar sumber sinyal utama:
- Wikidata — identitas atlet, tanggal lahir, kewarganegaraan, klub afiliasi, link ke Wikipedia bilingual (id / en).
- Wikipedia (id + en) — pageviews 7 hari, biografi naratif untuk hero dossier.
- GDELT GKG — frekuensi dan sentimen mention di media massa global.
- IndoBERT (Sumber-side) — sentiment scoring khusus Bahasa Indonesia.
- YouTube Data API — subscriber count, view count, kanal aktivitas atlet.
- Apify Instagram + TikTok — follower count publik (snapshot harian / jam-an untuk top_1k).
- Google Trends — indeks pencarian 30 hari, dipakai sebagai proxy intent publik aktif.
- Federasi resmi (PSSI, IBL, PBSI, PERBASI, dsb.) — statistik pertandingan, ranking, peringkat dunia.
- FBref / Transfermarkt / BWF / Liquipedia — data statistik olahraga terverifikasi.
Daftar lengkap series ID per atlet dapat dilihat di Sumber API. Setiap baris di tabel kiprah_scores menyimpan input_series_ids[] dan input_timestamps[] sehingga setiap skor dapat diaudit kembali ke sinyal aslinya — fitur "show your work" yang tidak boleh disembunyikan dari pengguna.
4. Freshness per cohort
Tidak semua atlet di-update dengan frekuensi yang sama. Kiprah merancang tiga kohort dengan target SLA freshness yang berbeda. Angka di bawah adalah target rancangan, bukan capaian yang sedang berjalan — posisi sebenarnya hari ini ada di kotak setelahnya.
- top_1k — prioritas tertinggi (timnas senior, kontrak liga utama, cakupan media massa). Target: update sinyal sosial per-jam, ≥ 98% atlet di-update < 7 hari.
- top_10k — tier menengah (liga regional, timnas junior, atlet niche dengan publik aktif). Target: update sinyal harian, ≥ 91% atlet di-update < 7 hari.
- long_tail — atlet di luar dua kohort di atas (junior, retired, profil pelengkap). Target: update sinyal mingguan, ≥ 68% atlet di-update < 7 hari (best-effort, tidak dijamin).
Posisi hari ini, apa adanya. Tiga hal belum sesuai rancangan di atas, dan kami menyebutnya daripada membiarkannya tersirat. Pertama, label kohort top_1k saat ini masih melekat pada hampir seluruh roster yang kami indeks, jadi ia belum menjadi tier terpisah seperti yang dirancang; ukuran kohort di atas adalah rancangan untuk roster yang jauh lebih besar dari yang kami indeks sekarang. Kedua, belum ada skor yang dihitung oleh pipeline — angka yang tampil di situs masih contoh dan ditandai demikian, sehingga "update skor" belum berlaku sama sekali. Ketiga, sebagian konektor sinyal sedang tidak berjalan, sehingga SLA di atas belum dapat kami klaim sebagai capaian. Kami menerbitkan target dan posisi secara terpisah karena menyamakan keduanya akan menjadi klaim yang tidak dapat kami pertahankan.
Status freshness ditampilkan di dossier sebagai tanggal observasi terakhir ("Data per 12 Jul 2026") — hanya bila Sumber sudah punya observasi bertanggal untuk atlet tersebut; tanpa observasi, Kiprah tidak menampilkan klaim freshness sama sekali. Bila Sumber melaporkan stale_since pada sebuah entitas, Kiprah menampilkan flag visual.
5. Event-window multiplier (κ)
Saat seorang atlet berada dalam window event terjadwal, Kiprah menerapkan multiplier κ pada Relevance saja — tidak pada Reach, Resonance, atau Credibility. Karena Relevance juga dibatasi pada nilainya sendiri, satu event tidak dapat menambah lebih dari beberapa poin ke skor total.
κ bukan skala kontinu. Ada lima kelas event diskrit, masing-masing dengan window sebelum dan sesudahnya sendiri:
| Kelas event | κ | Window sebelum | Window sesudah | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| Final global | 1.50x | 7 hari | 3 hari | Final Olimpiade, final Piala Dunia. |
| Kontinental | 1.35x | 7 hari | 3 hari | Asian Games, AFC, BWF Super 1000. |
| Final nasional | 1.25x | 7 hari | 3 hari | Final kejuaraan nasional. |
| Liga / reguler | 1.15x | 5 hari | 2 hari | Pertandingan liga reguler. |
| Minor | 1.05x | 3 hari | 1 hari | Laga persahabatan, turnamen undangan. |
Batas anti-gaming. Event yang diumumkan sendiri dan belum terverifikasi oleh sumber resmi — federasi, penyelenggara, atau penyiar — dipatok pada κ 1.15x, berapa pun kelas yang diklaim. Sebuah "final kontinental" tanpa verifikasi tidak mendapat 1.35x. Skor yang dipatok membawa penanda yang ikut terbaca di rincian input, sehingga pembatasan itu terlihat, bukan tersembunyi.
Setelah window berakhir, κ kembali ke 1.00x. Kenaikan selama event tidak "lengket" — skor kembali ke baseline kecuali sinyal lain ikut naik karena performa di event itu.
6. Ketidakpastian: band, provisional, dan Tier
Angka tanpa keterangan seberapa yakin kami adalah angka yang menyesatkan. Setiap skor terbit bersama tiga hal yang membatasinya, dan ketiganya mengukur kegagalan yang berbeda.
Band ±
Setiap skor terbit sebagai 84.2 ± 2.9, tidak pernah sebagai angka telanjang. Band berasal dari RD (rating deviation, pola Glicko): mengecil saat sinyal segar masuk, melebar setiap minggu tanpa observasi baru. Band yang lebar berarti data atlet itu sudah lama tidak diperbarui — bukan berarti atletnya buruk.
Di atas RD 12, skor ditandai provisional: cukup untuk ditampilkan, belum cukup untuk dikutip sebagai angka mapan.
Kelengkapan input
Terpisah dari band, setiap skor membawa rasio kelengkapan input — berapa bagian dari bobot skor yang benar-benar terukur. RD mengukur seberapa basi input; rasio ini mengukur berapa input yang ada. Keduanya bisa berbeda arah: data bisa sangat segar pada dua dari lima sinyal.
Tier
Tier adalah persentil dari median skor 365 hari terakhir, dihitung terhadap kohort norma beku — bukan terhadap populasi yang sedang kami lacak. Menambah atlet ke dalam pelacakan tidak pernah menggeser Tier siapa pun.
| Tier | Persentil |
|---|---|
| Legenda | ≥ 99.5 |
| Nasional | ≥ 95 |
| Naik Daun | ≥ 80 |
| Berkembang | ≥ 50 |
| Pemula | di bawah 50 |
Atlet dengan riwayat skor kurang dari 180 hari menerima Tier bertanda provisional. Ini berbeda dari provisional pada band di atas: yang itu soal ketidakpastian skor, yang ini soal tipisnya riwayat yang menopang Tier.
Atlet yang belum pernah kami skor sama sekali tidak menerima Tier. Tier terendah berarti "sudah diukur dan berada di bawah"; itu klaim yang berbeda dari "belum diukur", dan kami tidak menukar keduanya.
7. Versi skor dan freeze
Skor versi v1 dibekukan selama 12 bulan minimum. Selama periode ini, bobot tidak diubah — segmen overrides solve all in-period needs (lihat ADR-002 di repositori publik).
Bila v2 diterbitkan, skor v1 tetap dapat diakses selamanya via URL ?version=v1 (lihat ADR-003). Kutipan dalam slide deck, artikel, atau kontrak yang menyebut sebuah skor beserta tanggalnya tetap dapat diverifikasi di kemudian hari.
8. Apa yang Kiprah TIDAK ukur
Sama pentingnya menjelaskan apa yang skor 4Rs sengaja tidak masukkan:
- Karakter pribadi — Kiprah tidak menilai kepribadian atlet, controversy, atau perilaku off-field. Ada banyak ranking dan komentar publik yang melakukannya; itu bukan pertanyaan yang skor 4Rs jawab.
- Estimasi market value — Kiprah TIDAK menerbitkan angka rupiah / USD per kontrak. Skor adalah komposit relatif, bukan valuasi finansial. Sponsor / manajemen punya tools sendiri untuk valuasi.
- Sentimen di komentar / DM — Resonance memakai sentimen media massa, bukan komentar individu di kanal sosial. Komentar sering toksik, manipulatif, atau berasal dari bot — tidak representatif.
- Tebakan masa depan — Skor adalah snapshot saat ini, bukan prediksi. Atlet yang skornya 87 hari ini tidak dijanjikan tetap 87 minggu depan.
- Fisikalitas — tinggi badan, berat, fitness test — bukan input ke skor. Hanya statistik output (gol, ranking, medali) yang masuk.
9. Provenance dan audit
Setiap baris di tabel kiprah_scores menyimpan (athlete_id, score_version, segment, computed_at, input_series_ids[], input_timestamps[]). Konsekuensinya:
- Setiap skor dapat di-audit kembali ke sinyal asli — pembaca dapat klik "show inputs" dan melihat persis follower count, sentiment value, peringkat liga yang masuk ke komputasi.
- Bila Sumber mengoreksi sebuah sinyal (mis. follower count yang ternyata salah scrape), re-komputasi skor dapat dilakukan dan history versi dipertahankan.
- Compute pipeline (Dagster) memproduksi audit log untuk setiap window komputasi — available untuk inspeksi internal.
10. Contoh perhitungan
Bagian ini sebelumnya memuat satu contoh perhitungan lengkap. Contoh itu kami tarik pada 19 Agustus 2026 karena empat langkah di dalamnya tidak sesuai dengan mesin yang benar-benar berjalan — antara lain sebuah bonus lintas platform senilai 5 poin yang tidak ada dalam bobot mana pun, dan pembatasan κ yang dikenakan pada suku event alih-alih pada pilar.
Kami memilih menghapusnya daripada memperbaikinya setengah jalan. Contoh perhitungan kanonis sedang disusun dan ditinjau bersama pemilik metodologi; ia akan terbit di sini begitu selesai, dan akan menjadi satu-satunya contoh yang dipakai di seluruh situs. Menampilkan contoh yang salah lebih buruk daripada tidak menampilkan contoh — dan struktur bobot di bagian 1 sampai 9 di atas tetap berlaku sepenuhnya.
11. Banding skor
Bila Anda merasa skor seorang atlet salah secara signifikan (misal: signal dari Sumber ternyata tidak terhubung ke akun yang benar, atau bobot terhitung tidak sesuai), ajukan banding ke halo@kiprah.co. Tim Kiprah akan meninjau dalam 7 hari kerja dan memperbaiki bila kesalahan terkonfirmasi. Banding bukan jalur untuk menukar skor dengan opini ("saya rasa atlet ini lebih besar") — hanya untuk koreksi data yang salah.