Lompat ke konten utama
Edisi Sabtu, 7 November 2026 · Jakarta6,327 athletes indexed
Kiprah
Metodologi

Bagaimana skor 4Rs Kiprah dihitung.

Skor 4Rs adalah angka 0–100 yang menggabungkan empat pilar — Reach, Resonance, Relevance, Realisasi (Realisation) — untuk menjawab satu pertanyaan: seberapa berharga atlet ini bagi audiens Indonesia, hari ini? Halaman ini menjelaskan input, bobot, sumber data, dan batasan. Tidak ada kotak hitam.

Bobot v1metodologi v1.0terkunci s/d 1 Agustus 2027

Total 100 · bobot dibekukan 12 bulan minimum per ADR-002.

1. Empat pilar dan bobot

Bobot pilar dipilih untuk merepresentasikan brand value yang sebenarnya digunakan sponsor Indonesia di tahun pertama operasional Kiprah. Bobot ini dibekukan selama 12 bulan minimum (lihat ADR-002 di repositori publik). Bila bobot perlu diubah, kebijakan versioning menjamin skor lama tetap dapat diakses via ?version=v1.

2. Sub-komponen tiap pilar

Reach (30%) — jangkauan publik

Sub-komponen, dengan bobot internal yang dijumlahkan menjadi 30:

Resonance (25%) — koneksi budaya

Sub-komponen:

Relevance (25%) — momentum saat ini

Sub-komponen:

Realisasi (20%) — realisasi atletik

Realisasi (Realisation) mengukur kredibilitas dan capaian atletik, bukan aktivasi komersial. Data sponsor dan portofolio komersial tidak pernah masuk ke skor.

3. Sumber data per sinyal

Setiap angka di skor 4Rs dapat dilacak ke sinyal dan sumber spesifik. Kiprah TIDAK scraping sendiri — semua data publik datang dari Sumber melalui API. Sumber bertanggung jawab atas kurasi, deduplikasi, dan freshness data publik (lihat ADR-001 untuk pemisahan tanggung jawab).

Daftar sumber sinyal utama:

Daftar lengkap series ID per atlet dapat dilihat di Sumber API. Setiap baris di tabel kiprah_scores menyimpan input_series_ids[] dan input_timestamps[] sehingga setiap skor dapat diaudit kembali ke sinyal aslinya — fitur "show your work" yang tidak boleh disembunyikan dari pengguna.

4. Freshness per cohort

Tidak semua atlet di-update dengan frekuensi yang sama. Kiprah merancang tiga kohort dengan target SLA freshness yang berbeda. Angka di bawah adalah target rancangan, bukan capaian yang sedang berjalan — posisi sebenarnya hari ini ada di kotak setelahnya.

Status freshness ditampilkan di dossier sebagai tanggal observasi terakhir ("Data per 12 Jul 2026") — hanya bila Sumber sudah punya observasi bertanggal untuk atlet tersebut; tanpa observasi, Kiprah tidak menampilkan klaim freshness sama sekali. Bila Sumber melaporkan stale_since pada sebuah entitas, Kiprah menampilkan flag visual.

5. Event-window multiplier (κ)

Saat seorang atlet berada dalam window event terjadwal, Kiprah menerapkan multiplier κ pada Relevance saja — tidak pada Reach, Resonance, atau Realisasi. Karena Relevance juga dibatasi pada nilainya sendiri, satu event tidak dapat menambah lebih dari beberapa poin ke skor total.

κ bukan skala kontinu. Ada lima kelas event diskrit, masing-masing dengan window sebelum dan sesudahnya sendiri:

Setelah window berakhir, κ kembali ke 1.00x. Kenaikan selama event tidak "lengket" — skor kembali ke baseline kecuali sinyal lain ikut naik karena performa di event itu.

6. Ketidakpastian: band, provisional, dan Tier

Angka tanpa keterangan seberapa yakin kami adalah angka yang menyesatkan. Setiap skor terbit bersama tiga hal yang membatasinya, dan ketiganya mengukur kegagalan yang berbeda.

Band ±

Setiap skor terbit sebagai 84.2 ± 2.9, tidak pernah sebagai angka telanjang. Band berasal dari RD (rating deviation, pola Glicko): mengecil saat sinyal segar masuk, melebar setiap minggu tanpa observasi baru. Band yang lebar berarti data atlet itu sudah lama tidak diperbarui — bukan berarti atletnya buruk.

Di atas RD 12, skor ditandai provisional: cukup untuk ditampilkan, belum cukup untuk dikutip sebagai angka mapan.

Kelengkapan input

Terpisah dari band, setiap skor membawa rasio kelengkapan input — berapa bagian dari bobot skor yang benar-benar terukur. RD mengukur seberapa basi input; rasio ini mengukur berapa input yang ada. Keduanya bisa berbeda arah: data bisa sangat segar pada dua dari lima sinyal.

Gerbang publikasi 0.6. Di bawah rasio kelengkapan 0.6 dari bobot skor, sebuah entitas terbit sebagai belum diskor — tidak pernah sebagai skor rendah. Ambangnya tepat: rasio yang persis sama dengan gerbang tetap terbit. (ADR-008.)

Pilar yang tidak terukur

Sejak mesin skor 0.3.0 (ADR-0014), pilar yang tidak punya satu pun input terukur dikembalikan sebagai tidak terukur — bukan nol — dan entitas diskor dari pilar yang ada, tanpa skalanya dinaikkan untuk menutupi pilar yang kosong. Di halaman ini pilar seperti itu tampil sebagai — / 30 dengan keterangan "tidak terukur", batangnya kosong, dan radar 4Rs tidak ditampilkan (digantikan batang) karena radar tidak punya bentuk yang jujur untuk sumbu yang kosong (ADR-0017). Berapa jauh satu pilar kosong menurunkan kelengkapan, dan apakah skor masih bisa terbit:

Entitas dengan pilar kosong tidak masuk ke peringkat: komposit yang menjumlahkan tiga pilar tidak sebanding dengan yang menjumlahkan empat. Dosiernya tetap tampil, dengan keterangan.

Skor lama

Skor yang dihitung lebih dari 7 hari yang lalu diberi tanda "Skor lama" di samping angkanya, beserta tanggal perhitungannya. Aturan yang sama berlaku di Rvrb. Skor contoh tidak membawa tanggal dan tidak pernah "lama" — ia bukan hasil perhitungan, dan pemberitahuan CONTOH yang menyatakannya.

Tier

Tier adalah persentil dari median skor 365 hari terakhir, dihitung terhadap kohort norma beku — bukan terhadap populasi yang sedang kami lacak. Menambah atlet ke dalam pelacakan tidak pernah menggeser Tier siapa pun.

Atlet dengan riwayat skor kurang dari 180 hari menerima Tier bertanda provisional. Ini berbeda dari provisional pada band di atas: yang itu soal ketidakpastian skor, yang ini soal tipisnya riwayat yang menopang Tier.

Atlet yang belum pernah kami skor sama sekali tidak menerima Tier. Tier terendah berarti "sudah diukur dan berada di bawah"; itu klaim yang berbeda dari "belum diukur", dan kami tidak menukar keduanya.

7. Versi skor dan freeze

Skor versi v1 dibekukan selama 12 bulan minimum. Selama periode ini, bobot tidak diubah — segmen overrides solve all in-period needs (lihat ADR-002 di repositori publik).

Bila v2 diterbitkan, skor v1 tetap dapat diakses selamanya via URL ?version=v1 (lihat ADR-003). Kutipan dalam slide deck, artikel, atau kontrak yang menyebut sebuah skor beserta tanggalnya tetap dapat diverifikasi di kemudian hari.

8. Apa yang Kiprah TIDAK ukur

Sama pentingnya menjelaskan apa yang skor 4Rs sengaja tidak masukkan:

9. Provenance dan audit

Setiap baris di tabel kiprah_scores menyimpan (athlete_id, score_version, segment, computed_at, input_series_ids[], input_timestamps[]). Konsekuensinya:

10. Contoh perhitungan

Bagian ini sebelumnya memuat satu contoh perhitungan lengkap. Contoh itu kami tarik pada 19 Agustus 2026 karena empat langkah di dalamnya tidak sesuai dengan mesin yang benar-benar berjalan — antara lain sebuah bonus lintas platform senilai 5 poin yang tidak ada dalam bobot mana pun, dan pembatasan κ yang dikenakan pada suku event alih-alih pada pilar.

Kami memilih menghapusnya daripada memperbaikinya setengah jalan. Contoh perhitungan kanonis sedang disusun dan ditinjau bersama pemilik metodologi; ia akan terbit di sini begitu selesai, dan akan menjadi satu-satunya contoh yang dipakai di seluruh situs. Menampilkan contoh yang salah lebih buruk daripada tidak menampilkan contoh — dan struktur bobot di bagian 1 sampai 9 di atas tetap berlaku sepenuhnya.

11. Banding skor

Bila Anda merasa skor seorang atlet salah secara signifikan (misal: signal dari Sumber ternyata tidak terhubung ke akun yang benar, atau bobot terhitung tidak sesuai), ajukan banding ke halo@kiprah.co. Tim Kiprah akan meninjau dalam 7 hari kerja dan memperbaiki bila kesalahan terkonfirmasi. Banding bukan jalur untuk menukar skor dengan opini ("saya rasa atlet ini lebih besar") — hanya untuk koreksi data yang salah.

Untuk tim

Kiprah untuk brand, agency, federasi & media.